Pernahkah kamu merasakan yang namanya patah hati kemudian mendapatkan obatnya? Aku pernah. Sebenarnya pertemuanku dengan dia sangatlah tidak disengaja. Aku dikenalkan oleh seorang teman yang dulu suka padaku. Cuman sepertinya temanku itu sadar kalau aku tidak ada ketertarikan secara emosional terhadapnya. Singkat kata dia memperkenal aku dengan temannya, ER. Pertemuan pertama aku merasa biasa saja. Aku menganggapnya sebagai kandidat teman. Setelah pertemuan itu, dia memberanikan diri mengutarakan isi hatinya, bahwa dia tertarik kepadaku. Katanya dia cinta pada pandangan pertama terhadapku. Kemudian dipertemuan selanjutnya, aku mulai merasakan getaran getaran itu. Aku belum bisa mengatakannya cinta. Karena apa yang aku rasakan belum sekuat rasa yang pernah aku alami dengan cinta pertamaku. Aku suka caranya berjalan, begitu anggun dan mempesona. Aku suka cara dia ngobrol dan berkata kata. Dan tanpa aku sadari kami sering bergandengan tangan dan berpelukan di depan umum tanpa ragu. Aku merasa begitu nyaman berada disisinya. Dia selalu ada saat aku membutuhkan seseorang disisiku. Tapi saat itu aku masih ragu, apakah aku jatuh cinta kepadanya? Jujur aku masih suka menghubungi mantan aku ketika masa penjajakan dengan dia. Dan sepertinya rasa cinta mantan aku itu sudah hilang entah kemana. Kadang aku berfikir, betapa mudahnya mantan aku menggantikan aku dengan orang lain dan seakan akan semua yang duku kami lalui tidak pernah terjadi. Aku teringat pernah berkata kepada ER betapa aku masih dalam kondisi yang sangat labil karena baru putus cinta. Dan kalaupun aku akan membina hubungan baru dengannya, semua harus dilandasi rasa cinta dari kedua belah pihak, dan aku menginginkan lembaran baru yang bersih. Dia berkata bahwa dia akan menunggu aku hingga saat aku benar benar jatuh cinta kepadanya. Dia berkata, dia sudah sangat beruntung karena akhirnya dia bisa merasakan namanya jatuh cinta. Bahkan dia akan menerima kalaupun aku takkan pernah jadi kekasihnya. Aku adalah cinta pertamanya.
Seiring dengan waktu bergulir, aku semakin tersadarkan betapa cinta yang dia tawarkan adalah tulus. Tapi jujur, aku masih memiliki perasaan cinta terhadap mantanku. Dan aku sadar bahwa cinta tidak bisa dipaksakan, setiap orang berhak memilih. Mantanku lebih memilih pacar barunya. Dan aku harus bersikap dewasa menghadapi ini.
Saat itu aku dihadapkan pada dua kondisi; terus mengharapkan mantan yang tidak pernah perduli lagi terhadapku, atau menerima cinta ER yang begitu tulus. Kadang aku menangis melihat ketulusan cintanya. Singkat kata, aku akhirnya menerima cinta ER. Dengan harapan cintaku akan terus tumbuh seiring waktu, hingga akhirnya hanya ada cintanya dihatiku.
Disuatu malam, ER mengungkapkan semua isi hatinya dan betapa besar dan tulusnya cintanya kepadaku. Dia bahkan rela memberikan hidupnya dan masa depannya ada ditanganku. Semua itu membuka mata dan hatiku, bahwa bila aku menyia nyiakan apa yang dia tawarkan, aku akan menjadi manusia yang paling menyesal suatu hari nanti. Dan akupun berjanji, bahwa aku akn berubah menjadi lebih baik demi dia. Bahwa takkan ada hati lain selain hatinya di hatiku. Dan aku akan memulai lembaran baru yang bersih bersamanya. Aku yakin, dengan semua kepribadiannya dan cinta yag ditawarkannya kepadaku, cintaku aku tumbuh tinggi sampai ke langit ke 7! Oh tuhan. Aku hanya bisa bersyukur kepadaMu karena telah mempertemukan aku dengan dia. Karena dia, hatiku yang patah, sekarang sudah terobati dan menjadi lebih baik. Dia bagaikan tetesan air di gurun yang gersang. Dia sangat berharga. Hatinya, kepribadiannya, dan semua yang ada didirinya begitu indah. Sekali lagi, terima kasih Tuhan.
Hmmm.. Cinta.. Bisa membuat kita senang, bahagia, dan serasa melayang ke langit ke 7. Cinta bisa juga membuat kita sengsara dan serasa jatuh di dasar jurang. Aku ingat banget rasanya saat pertama kali jatuh cinta. Boleh dikata aku jatuh cinta padanya di pandangan kedua. Karena di pandangan pertama aku merasa biasa saja. Kemudian di pertemuan kedua, Ketika dia pergi, aku begitu merindukannya. Aku berfikir, apakah ini yang dinamakan cinta? Lalu aku beranikan diri untuk mengutarakan isi hatiku kepadanya. Dan betapa bahagianya aku, ternyata cintaku berbalas. Aku yang sedari dulu selalu cuek, dan menolak semua orang yang mendekatiku, akhirnya takluk dihadapannya. Setiap hari aku tersenyum hanya dengan mengingat wajahnya. Aku selalu bertanya tanya, apa yang dia lakukan disana. Aku rela melakukan apa saja demi dia. Dan sepertinya dia juga begitu. Semakin hari aku semakin jatuh cinta terhadapnya. Kadang aku menuliskannya di status bbm dan fb aku. Dan kadang hal tsb membuat dia bertanya tanya, mengapa aku begitu ekspresif? Apakah ada orang lain dihatiku selain dia? Kadang aku sedih mendengar perkataannya. Tapi bagiku, apapun yang dia lakukan dan katakan terhadapku takkan mengubah rasa cinta aku terhadapnya. Kebetulan saat awal pacaran, kami berada di tempat yang berjauhan. Kadang secara fisik aku kesepian tanpa ada dia selalu di samping aku. Aku ingat banget bagaimana rasanya, saat saat aku menantikan malam, agar aku bisa skyping dengan dia. Dan kadang dia bergadang hingga subuh, hanya untuk ngobrol dengan aku by skype. Cinta memang tidak mengenal ruang dan waktu. Cintaku padanya begitu tulus, dan tak ada hati lain selain dia saat itu. Tapi, tak dapat dipungkiri bahwa rasa sepi itu tetap ada. Sampai suatu hari aku googling, dan mendapatkan suatu website pertemanan. Dan tanpa aku sadari aku telah terjerumus dalam perselingkuhan hati dan hal itu bagaikan lingkaran setan. Aku tidak pernah menceritakan hal itu terhadapnya. Karena aku berfikir, toh cintaku hanya buat dia, sehingga apa yang aku lakukan bukanlah perselingkuhan, dan aku takut menyakiti hatinya. Beriring dengan waktu, hubungan kami naik turun, kadang kami berantem, lalu putus. Tapi aku tidak pernah membiarkannya lepas dari pelukan aku. Aku selalu berusaha agar kami balikan lagi, entah itu karena dia yang putusin aku, atau aku yang putusin dia. Karena aku tahu, kalau dia adalah jodoh aku. Aku ingin sekali menikahinya. Dan cintaku kepadanya semakin besar dan besar. Aku tahu bahwa aku bukanlah manusia sempurna dan masih begitu banyak dari diri aku yang perlu aku perbaiki. Aku melakukuan banyak kesalahan seiring waktu kami berpacaran, demikian pula dengan dia. Tapi bagiku, kesalahannya tidak sebesar rasa cintaku padanya. Kesalahan apapun yang dia lakukan akan aku maafkan. Bagiku, dia adalah segalanya. Andai saja dia tahu hingga detik ini, tak ada seorangpun yang bisa membuat aku jatuh cinta seperti aku jatuh cinta terhadapnya. Singkat kata, suatu hari dia berkata ingin putus dariku. Karena merasa kekecewaan yang sangat dalam terhadapku. Dan dia merasakan sakit hati karena tindakanku selama ini. Dia berkata bahwa dia sudah memberikan aku cukup waktu untuk berubah, dan dia sudah tidak tahan lagi untuk menunggu aku berubah menjadi seperti yang dia pinta. Dia kemudian pergi jauh dariku, dan jatuh dipelukan orang lain dengan cepatnya seakan akan apa yang telah kami lewati selama bertahun tahun tidak ada artinya bagi dia. Betapa sakitnya aku. Dunia seperti tiada artinya lagi bagiku, langit bagaikan runtuh diatas kepalaku dan menimpaku. Setiap hari, setiap jam aku menangis. Wajahnya dan semua kenangan manis selalu berkelebat di pikiran dan hatiku. Sebenarnya sangatlah mudah bagiku untuk mencari penggantinya. Tapi sangatlah susah untuk mencari seseorang yang bisa membuat aku jatuh cinta seperti aku jatuh cinta terhadap dia. Aku lalu mencoba menjalin hubungan baru dengan orang lain. Tapi rasa cinta itu masih saja tertambat di dia. Aku mencoba berbagai cara untuk membenci dia, tapi aku tak sanggup. Kadang aku berfikir, mungkin ini karmaku, karena dulu pernah menolak orang orang yang dulu berkata cinta kepadaku dan membuat mereka patah hati. Maafkan aku ya Tuhan, dan ubahlah karmaku menjadi baik. Aku ingin sekali mengucapkan terima kasih kepadanya, karena telah menunjukkan kepadaku betapa indahnya jatuh cinta. Semua perkataan kasarku kepadanya, aku sangat menyesalinya dan berharap aku bisa menariknya kembali. Tapi semua sudah terjadi. LG, you are the most amazing person i’ve ever known in my whole life. Ya tuhan, berilah dia kesehatan, kebahagian, dan kehidupan yang baik. LG, mencintaimu adalah anugerah terindah yang pernah aku dapatkan, dan takkan pernah sedetikpun aku merasa berdosa saat aku mencintaimu. Mungkin anugerah indahnya merasakan jatuh cinta hanya bisa aku nikmati selama 2,5 tahun saja. Tetap, aku harus bersyukur dan berterima kasih. Apakah aku akan kembali merasakan itu semua lagi? Hanya tuhan yang tahu jawabannya. Toh aku juga perlu bahagia lagi suatu hari nanti..